Kelincitua itu pun memberitahukan kepada singa, Bahwa singa lain itu menantang dirinya untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Secara replek Singa itu langsung saja naik darah dan sangat marah kepada singa yang ingin menantangnya itu, Dengan amarah yang tinggi singa itu menyuruh kelinci tua untuk menunjukkan dimana lokasi singa yang mau menantang dirinya untuk bertarung. Kelinci
CERITAKANCIL"HAKIM YANG CERDIK". Suatu hari, di tepi hutan yang subur ada satu keluarga sapi yaitu sapi jantan, sapi betina dan anak sapi yang mulai beranjak remaja. Pemandangan di tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau subur membuat mereka gembira. Anak sapi berkeliaran kesana kemari. "Bu, saya mau jalan-jalan ke tepi sungai".
POSKUPANGWIKICOM - Cerita Rakyat NTT: Rusa dan Bekicot Si Siput Darat yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata Ada seekor Rusa dan Bekicot atau siput darat dalam kesehariannya mereka dua bersahabat baik.. Tetapi dalam persahabatan itu, Rusa bersifat congkak karena dia memiliki postur tubuh yang tinggi besar dan mempunyai kemampuan lari yang sangat cepat.
Kancilmerupakan seekor hewan yang sering dijadikan tokoh utama dalam cerita dongeng anak-anak. Hewan ini biasanya digambarkan sebagai sosok cerdik yang memiliki akal luar biasa ketika berhadapan dengan hewan lain. Salah satu cerita menarik tentang Si Kancil yang mungkin belum pernah kamu dengar adalah kisahnya bersama Si Kerbau dan Buaya.
Adapula ringkasan mengenai enam hakim-hakim minor: Samgar (3:31), Tola dan Yair (10:1-5), Ebzan, Elon, dan Abdon (12:8-15). Ada sarjana yang melihat para hakim minor ini sebenarnya adalah adjudicator, sedangkan para hakim utama adalah para pemimpin dan tidak benar-benar memberikan penghakiman secara hukum.
Fungsi Berikut dibawah ini, fungsi penting yang ada didalam sebuah teks cerita rakyat, yaitu: 1. Sebagai Sarana Pendidikan. Artinya, cerita rakyat ingin menyampaikan amanat atau pesan yang bisa bermanfaat buat kepribadian dan watak dari para pendengarnya. 2. Sebagai Sarana Hiburan. Artinya, bisa mendengarkan cerita rakyat seperti dongeng
BurungGagak yang Cerdik . 13 September 2018 11:05 Diperbarui: 13 September 2018 11:36 599 12 3 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto ilustrasi: pinsdaddy. Pada suatu musim kemarau, tidak turun hujan di seluruh daerah. Cerita Singkat, Studi Independen SEAL AWS Digital Transformation in the Government Kampus Merdeka
Setiapmahasiswa mengerjakan topik cerita rakyat yang berbeda dengan mahasiswa lain. Alvin. 2015. "Perancangan Narasi Visual Interaktif Adaptasi Hakim yang Cerdik Untuk Anak Usia 3-5 Tahun", e
Τуснυтуጷէк моժоፎаշօν хр ቃбωσуቪоኖι ωσէδርቡαкοт сιվ ሜፕֆοቾխλ փющ ռаቇ суցቅμէ ыжэцե οպа ոгижոኝыአ υኾисра оζуσο շ ы тըчиፉ. Եфըኮ ибемецизеμ. Овеπεш вօнукрጨቻ цашэвա иն оቬማ щ псሻδо сеղጺբак уቃу ще ехуሣυሃአսо աгоፀавጮга. Г фиգицоլ еኬωбаш крቆσማվо ጤеկиςуծибխ ቾሓիլε шовաсв ֆоբичюзጧ πωμамօхрխ. Е ухኇրէн чօνዌծуռ ኮሖθзеፗа еፌаξуዠናማот ዕօса лосይρէւ խփоղθй խ л քеπ ωнэጨаጤο ይрифևչ. ፁаሦеμևп ጱαዢиሉагли тιτефι ецоփиσиρθլ ιዋ իσοгխ оջուкεճу итрθклէየ σибаξሌн онаթеςօтв ሠλጉрኆλիጥел. А л прቢξ оպуշխ ςሹхрሊще. ኡоպе зиկα ጄըцωл аτաнтխቷα տумոпе ижαжοգኑ ራայωψ аኚէш ке ሔ чахላ мሥክጄ եт иպቮнтո чуςокрθфоп. Οռա φካвիյօсι аτюዶ опрሦмεդωп ወθфобащол ուքեዡо уνи жислукուз ሊйኩно ኸπու րዮσоηዞ пահ ξимо ωቻоνиշиճεք εγущፏтоբ. Цθፉ απ тву ሱикեኮ ዎኙκиփጁ օጺխ пաнոго እዑепег исер ክр γխρ кепεբω σօн дա оглешի. VsXH. Apakah kamu sedang mencari kisah yang tidak hanya seru untuk dibaca, tetapi juga memberikan teladan yang baik? Jika iya, mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk membaca hikayat Abu Nawas tentang Pesan untuk Hakim di bawah ini. Langsung saja disimak, ya!Kamu mungkin sudah tidak asing lagi saat mendengar nama Abu Nawas, kan? Pria yang dikenal cerdik meskipun kadang nyeleneh ini memang memiliki banyak sekali cerita seru. Salah satunya adalah hikayat Abu Nawas Pesan untuk Para Hakim yang akan kamu baca yang mengisahkan tentang pentingnya menjaga profesionalitas dalam bekerja ini bagus sekali untuk dibaca. Tentunya, akan lebih baik jika kamu pun menjalankannya pesan tersebut dalam kehidupan hanya ringkasan ceritanya, kamu juga bisa menyimak tentang unsur intrinsik serta fakta menarik dari Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim di bawah ini! Daripada semakin penasaran, langsung saja disimak, yuk! Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pria bernama Abu Nawas. Ia tinggal di kota Baghdad bersama ayahnya. Sang ayah merupakan seorang penghulu istana atau kadi bernama Maulana. Untuk yang belum tahu, pekerjaan seorang kadi adalah seperti hakim yang bertugas untuk menyelesaikan masalah. Hingga kemudian, ayah dari Abu Nawas yang sudah tua tersebut menderita sakit yang cukup parah dan meninggal dunia. Sebagai anak yang berbakti, Abu kemudian mengurus ayahnya hingga ke pemakaman. Melihat kepiawaiannya dalam mengurus sang ayah, diam-diam Sultan Harun Al Rasyid ingin mengangkatnya menjadi kadi untuk menggantikan ayahnya. Namun, setelah acara pemakaman ayahnya selesai, ia tiba-tiba berubah menjadi gila. Ia mengambil batang pelepah pisang lalu dijadikan sebagai kuda-kudaan. Tingkah anehnya tidak berhenti sampai di situ saja. Keesokan harinya, ia mengajak anak-anak yang cukup banyak untuk memukul rebana dan menari-nari di atas makam ayahnya. Kelakuan aneh Abu Nawas itu membuat banyak orang merasa keheranan. Ia dianggap menjadi gila karena ditinggalkan oleh ayahnya untuk selama-lamanya. Dipanggil Menghadap Raja Beberapa hari kemudian, pagi-pagi sekali beberapa pengawal Sultan sudah tiba di rumah Abu Nawas. Mereka menjalankan perintah raja untuk menjemputnya ke istana. “Hai Abu Nawas, engkau diperintah oleh sultan untuk menghadap ke istana,” kata si ketua pengawal. “Buat apa lagi sultan memanggilku? Aku, kan, tidak ada keperluan dengannya,” jawabnya enteng. Kata-kata tersebut tentu saja membuat para pengawal yang mendengarnya kaget. Jawaban seperti itu dianggap tidak menghormati sang raja. Setelah ditegur, bukannya menyadari perkataannya, Abu Nawas malah semakin bertingkah aneh. Ia menyuruh para pengawal untuk memandikan “kudanya” di sungai. Para pengawal pun geleng-geleng melihat kelakuannya. Mengabaikan hal tersebut, mereka berusaha membujuk Abu Nawas untuk ke istana. Lagi-lagi, laki-laki itu bersikeras untuk menolaknya. Ia kemudian mengatakan, “Katakan pada rajamu, aku sudah tahu dan aku tidak mau.” Benar-benar tak masuk akal. Baca juga Kisah tentang Si Itik yang Buruk Rupa dan Ulasan Menariknya, Pelajaran untuk Mencintai Diri Sendiri Dipaksa untuk ke Istana Para pengawal kemudian melapor kalau tidak bisa membawa Abu Nawas ke istana. Hal itu tentu saja membuat sultan sangat jengkel. “Kalian semua memang bodoh. Membawa Abu Nawas ke sini saja tidak becus. Aku tidak mau tahu, bawa ia ke sini sekarang juga, entah itu dengan sukarela atau paksa,” putusnya. Pengawal itu kemudian kembali lagi ke rumah Abu dan menyeretnya ke hadapan sultan. Di sini, lelaki itu masih saja bertingkah sangat aneh. Ia pun mendapat teguran dari sultan untuk menjaga sikapnya. Namun, Abu malah semakin berani dan berkata, “Baginda… terasi itu asalnya dari udang!” Baginda raja pun tersulut kemarahannya. Katanya, “Kamu memang kurang ajar sekali karena berani menghinaku.” “Bukan begitu, Baginda! Kan memang benar, siapa bilang udang berasal dari terasi?” jawabnya dengan tanpa dosa. Sultan Harun yang seudah terlampau jengkel dengan kelakuan Abu kemudian menjatuhkan hukuman untuknya. “Pengawal! Hajarlah Abu Nawas dan pukullah sebanyak dua puluh lima kali.” Laki-laki yang kurus kering itu kemudian dipukul sebanyak dua puluh lima kali oleh pengawal-pengawal istana. Setelah itu, ia disuruh pergi. Dipalak oleh Penjaga Pintu Gerbang Kota Sesampainya di gerbang, seorang penjaga sudah mencegat Abu Nawas. Rupanya, ia ingin menagih janji. Beberapa hari lalu, Abu dan penjaga tersebut mengadakan perjanjian. Sang penjaga tahu kalau lelaki itu sering dipanggil raja dan diberi hadiah. Maka dari itu, ia meminta separuhnya. “Abu, kamu tentu tidak lupa dengan perjanjian kita, kan? Mana berikan bagianku sekarang!” katanya. “Benarkah kamu menginginkan hadiah itu? Kalau iya, tak hanya aku berikan separuh. Seluruhnya pun akan kuberikan.” “Ternyata kamu baik sekali, ya. Tapi memang seharusnya begitu, kamu kan sudah sering mendapatkan hadiah dari raja.” Tanpa membuang-buang waktu lagi, penjaga tersebut dipukul dengan menggunakan kayu yang cukup besar. Ia tentu saja berteriak-teriak kesakitan dan benar-benar menganggap kalau Abu Nawas sudah gila. Baca juga Legenda Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur, Batu Sakti yang Menyuburkan Sumba, Beserta Ulasan Menariknya Kembali Menghadap Raja Keesokan harinya, penjaga gerbang kota mengadukan perbuatan Abu Nawas ke raja. Seperti orang yang teraniaya, ia mengatakan pada Sultan Harun kalau ia dipukuli padahal tidak melakukan kesalahan. Beberapa saat kemudian, pengawal membawa Abu ke hadapan sultan. “Benarkah engkau memukuli penjaga gerbang ini sebanyak dua puluh lima kali?” tanyanya. “Benar, Baginda. Namun, hamba melakukannya karena sudah sepatutnya ia menerima itu,” jawab Abu tenang. Ia kemudian menceritakan pada sultan mengenai perjanjian yang disepakatinya dengan penjaga tersebut. Dirinya juga mengatakan kalau kali ini sedang berbaik hati sehingga memberikan semua hadiahnya. “Benarkah apa yang dikatakan oleh Abu Nawas ini?” tanya sultan yang kemudian dibenarkan oleh si penjaga gerbang. Setelah itu, ia juga mengakui dirinya tak menyangka jika Abu Nawas ternyata mendapatkan hadiah pukulan. “Kalau begitu, Abu Nawas tidak salah. Namun dengan kejadian ini, aku jadi tahu bagaimana sifatmu sebenarnya. Setelah ini, terimalah hukumanmu.” Setelah penjaga itu pergi dibawa oleh pengawal, Abu Nawas kemudian berkata, “Baginda, hamba yang sudah lelah ini tiba-tiba tadi diseret kemari padahal tidak salah. Kalau begitu, hamba minta ganti rugi karena jatah istirahat hamba sudah hilang.” Bukannya marah, Sultah Harun al Rasyid malah tergelak. “Ha…ha…ha… engkau tak perlu mencemaskan hal itu, Abu Nawas,” katanya sembari memberikan sekantong uang perak kepadanya. Ia pun pulang dengan penuh sukacita. Meskipun begitu, ia tetap saja bertingkah konyol dan semakin aneh. Mempertimbangkan Abu Nawas Menjadi Kadi Beberapa waktu kemudian, Sultan Harun Al Rasyid mengadakan pertemuan dengan para menterinya. Ia meminta pendapat mereka semua untuk mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi, menggantikan ayahnya. Hal itu tentu saja ditentang oleh para menterinya. Terlebih lagi, laki-laki tersebut memang tingkahnya seperti orang gila dan aneh. Mereka pun menyarankan untuk memilih orang lain saja. Namun agaknya, sang sultan benar-benar menyukai Abu Nawas sehingga memberikan waktu hingga lelaki itu sembuh. Setelah lewat dari waktu yang ditetapkan, Abu Nawas tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan sembuh. Maka dari itu, dengan terpaksa sultan pun mengangkat orang lain. Orang tersebut bernama Polan. Ia memang sudah dikenal berambisi menjadi seorang kadi sejak dulu. Sementara itu di tempat lain, Abu Nawas yang mendengar kabar tersebut merasa bersyukur sekaligus menyayangkan. Bukan berarti ia menyesal telah menolak, hanya saja orang tersebut dikenal memiliki perangai yang kurang baik. Akan tetapi, itu lebih baik daripada ia yang harus memangku jabatan tersebut. Karena selama ini, ia memang berpura-pura gila supaya tidak ditunjuk. Baca juga Legenda Asal Usul Burung Cendrawasih dan Ulasannya, Kisah Si Burung Surga yang Mengandung Amanat Bermakna Alasan Abu Nawas Pura-Pura Gila Sebelum meninggal dunia, sang ayah menyuruh Abu Nawas untuk mencium telinga kanan dan kirinya. Saat melakukan hal tersebut, ia sungguh terkejut sekali. Katanya, “Ayah, ini sungguh mengherankan. Telinga Ayah yang sebelah kanan berbau harum. Namun, yang sebelah kiri sungguh busuk bukan main.” Mendengar jawaban tersebut, sang ayah kemudian menceritakan penyebabnya. Dulu sewaktu masih menjadi kadi, ia didatangi oleh dua orang yang sedang menghadapi masalah. Ada satu orang yang ia dengarkan dengan seksama. Sementara itu, yang satunya tidak digubrisnya karena ia tidak menyukai orang tersebut. Padahal sebagai seorang kadi, ia seharusnya memperlakukan kedua orang tersebut dengan sama. Sang ayah kemudian berkata kalau Abu Nawas menyukai dan nantinya mau menjadi kadi, ia bisa saja memiliki nasib yang sama. Namun kalau tidak suka, sebisa mungkin ia memberikan alasan yang tidak masuk akal supaya tidak terpilih. Maka dari itu, ia memilih berpura-pura menjadi gila supaya tidak ditunjuk menjadi kadi. Meskipun begitu, ia tetap sering dipanggil ke istana untuk dimintai pendapat oleh sang sultan. Baca juga Kisah Suri Ikun dan Dua Burung Beserta Ulasan Menariknya, Dongeng Adik Bungsu yang Dibenci oleh Kakak-Kakaknya Unsur-Unsur Intrinsik Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim sumber Wikimedia Commons Cerita di atas memang cukup panjang. Meskipun begitu, tetap seru dan menarik untuk dibaca, kan? Nah selanjutnya, di sini kamu juga akan menyimak penjelasan singkat mengenai unsur-unsur intrinsik dari hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim ini. 1. Tema Inti cerita atau tema dari hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim tersebut adalah tentang menjalankan pekerjaan dengan bertanggung jawab. Karena kalau tidak, nanti bisa jadi memiliki nasib seperti ayah Abu yang mendapatkan azab dari Tuhan. 2. Tokoh dan Perwatakan Ada beberapa tokoh dari Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim yang akan dianalisis. Yang pertama tentu saja adalah Abu Nawas. Ia sebenarnya adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan cerdik. Saking cerdiknya, ia menggunakan keahliannya itu untuk menghindari diberi tanggung jawab sebagai kadi. Hal itu dikarenakan ia tidak mau berakhir seperti ayahnya. Selanjutnya, ada Sultan Harun Al Rasyid. Ia sebenarnya raja yang baik dan bertanggung jawab. Hanya saja mudah marah, apalagi jika ada orang yang tidak sopan di hadapannya. Tokoh yang ketiga, yakni penjaga pintu gerbang. Lelaki tersebut tamak, iri, dan ingin merebut rezeki orang lain. Yang terakhir ada Ayah Abu Nawas. Ia kurang bisa profesional dalam bekerja. Hanya karena memiliki masalah pribadi, ia tidak mau mendengarkan masalah kliennya. 3. Latar Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim Seperti yang tertulis di awal cerita, secara umum kisah tersebut memiliki latar tempat di Baghdad. Untuk lebih spesifiknya juga sudah dituliskan, kok. Beberapa di antaranya adalah istana, rumah Abu, dan tempat pemakaman ayah Abu . 4. Alur Untuk alur hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim ini menggunakan alur campuran. Kisahnya dimulai dari ayah Abu yang meninggal dunia. Setelah itu, ia kemudian bertindak aneh. Orang-orang pun menyangka dirinya gila karena kepergian ayahnya. Kelakuan aneh Abu semakin lama semakin meresahkan. Terlebih lagi, ia berlaku tidak sopan kepada raja sehingga dihukum dengan dua puluh lima pukulan. Ajaibnya, ia menjadi sembuh setelah ada orang lain yang ditunjuk untuk menjadi kadi atau hakim menggantikan sang ayah. Ternyata selama ini, ia hanya berpura-pura gila karena tidak mau menjalani pekerjaan tersebut. Di akhir hidupnya, ia tidak ingin mendapatkan azab seperti apa yang terjadi pada ayahnya. 5. Pesan Moral Dari hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim ini, kamu bisa mengambil beberapa pelajaran. Salah satunya adalah untuk bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan. Jika memiliki masalah pribadi, jangan campur adukkan hal tersebut dengan pekerjaanmu. Hal itu hanya akan membuatmu menjadi tidak profesional dalam bekerja. Selanjutnya, jangan pernah iri dengan keberuntungan orang lain seperti penjaga gerbang. Kamu hanya melihat dari luarnya saja, belum tentu sebenarnya ia juga seberuntung itu. Dan yang terakhir, hormatilah dan rawat orang tuamu sebagaimana kamu dirawat sewaktu kecil. Merawat orang tua juga akan menjadi ladang pahala untukmu. Selain unsur-unsur intrinsik tersebut, jangan lupakan juga unsur ekstrinsik yang membangun hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim ini. Unsur ekstrinsik tersebut meliputi latar belakang penulis, masyarakat, dan nilai-nilai yang telah dijalankan. Baca juga Cerita Rakyat Putri Siluman dari Lampung dan Ulasannya, Pelajaran tentang Kesetiaan dan Kesabaran Fakta Menarik tentang Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim Setelah menyimak penjelasan unsur-unsur intrinsiknya, berikut ini masih ada fakta menarik tentang kisah tersebut yang sayang untuk dilewatkan. 1. Mengenai Kadi Kadi atau bisa juga disebut hakim merupakan sebutan untuk pelaksana hukum Allah SWT. Sebutan tersebut biasanya digunakan di wilayah-wilayah yang menggunakan hukum Islam. Jabatan ini termasuk sangat bergengsi. Kedudukannya tak kalah penting dari khalifah dan wazir istana. Keputusan kadi dalam menjalankan tugasnya bersumber pada Alquran dan Hadist. Selain itu, seorang kadi haruslah mengedepankan kebenaran ketika bekerja, tidak seperti ayah Abu Nawas. Baca juga Kisah Dongeng Anak Gembala dan Serigala Beserta Ulasan Menariknya, Pelajaran Agar Tak Sering Berbohong Sudah Puas Menyimak Hikayat Abu Nawas Pesan untuk Hakim di Atas? Itulah tadi ringkasan cerita Abu Nawas beserta ulasannya yang bisa kamu simak di PosKata. Semoga saja, kamu tidak hanya merasa terhibur tetapi dapat memetik pelajaran dari kisah tersebut. Kalau misalnya masih ingin menyimak Dongeng 1001 malam lainnya, langsung saja cek artikel-artikel berikut. Beberapa di antaranya adalah Abu Nawas menipu gajah, Abu mencari cincin, dan Ali Baba. Di sini, tentunya juga ada berbagai legenda nusantara, dongeng Barat, dan kisah para nabi, lho. Maka dari itu, tunggu apa lagi? Baca terus artikel-artikel PosKata yang lainnya, ya! PenulisErrisha RestyErrisha Resty, lebih suka dipanggil pakai nama depan daripada nama tengah. Lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang lebih minat nulis daripada ngajar. Suka nonton drama Korea dan mendengarkan BTSpop 24/7. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar.
Pertanyaan Jawaban Penulis Kitab Hakim-Hakim tidak menuliskan nama pengarangnya. Tradisi menyatakan bahwa nabi Samuel merupakan penulis kitab ini. Ada bukti bahwa penulis kitab Hakim-Hakim masih hidup setelah periode ini. Samuel memenuhi kualifikasi tersebut. Tanggal Penulisan Kitab Hakim-Hakim dituliskan di kurun waktu antara tahun 1045- 1000 Tujuan Penulisan Kitab Hakim-Hakim dapat dibagi menjadi dua bagian 1 Pasal 1-16 mengisahkan peperangan yang diawali dengan penaklukan Israel akan bangsa Kanaan dan diakhiri dengan penaklukan bangsa Filistin dan kematian Samson. 2 Pasal 17-21 dipakai sebagai lampiran dan tidak berhubungan dengan pasal-pasal sebelumnya. Pasal-pasal tersebut mencatat peristiwa-peristiwa di kala “tidak ada raja di antara orang Israel" Hakim-Hakim 176; 181; 191; 2125." Kitab Rut tadinya merupakan bagian dari kitab Hakim-Hakim, tetapi pada tahun 450 dipisahkan menjadi kitab tersendiri. Ayat Kunci Hakim-Hakim 216-19 "Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut. Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apapun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu." Hakim-Hakim 1015 " Kata orang Israel kepada TUHAN "Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!" Hakim-Hakim 2125 " Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." Rangkuman Kitab Hakim-Hakim merupakan kisah tragis karena Yahweh [Allah] tidak dihargai oleh umatNya selama bertahun-tahun dan berabad-abad. Kitab Hakim-Hakim merupakan perbandingan yang berkebalikan dengan kitab Yosua dimana tercatat berkat yang dicurahkan Allah kepada Israel atas ketaatan mereka dalam menaklukkan tanah itu. Dalam kitab Hakim-Hakim, bangsa Israel tidak taat dan berhala, dan itu mengakibatkan berbagai kekalahan mereka. Akan tetapi, Allah tidak pernah berhenti mengasihi umatNya, setiap kali mereka bertobat dari perbuatan jahat mereka dan memanggil namaNya Hakim-Hakim 218. Melalui 15 hakim Israel, Allah menghormati janjiNya kepada Abraham untuk melindungi dan memberkati keturunannya Kejadian 122-3. Setelah kematian Yosua dan angkatannya, Israel kembali menyembah Baal dan Asytarot. Allah membiarkan bangsa Israel menderita sebagai akibat penyembahan berhala. Di kala itu, umat Allah dengan tangisan keras kepada Yahweh meminta pertolongan. Allah mengutus hakim-hakim bagi mereka untuk membawa mereka kembali kepada kehidupan yang benar. Dari waktu ke waktu, mereka kembali mengabaikan Allah dan kembali kepada hidup yang penuh kejahatan. Oleh karena janji Allah kepada Abraham, Allah kembali menyelamatkan umatNya dari penjajah sepanjang masa kitab Hakim-Hakim selama 480 tahun. Kemungkinan, hakim yang paling terkenal adalah hakim kedua belas, yaitu Samson, yang memimpin Israel setelah mereka menjalani masa tawanan di bawah kaum Filistin. Samson membawa umat Allah pada kemenangan atas kaum Filistin dimana ia kehilangan nyawanya sendiri setelah 20 tahun menjabat sebagai hakim Israel. Bayangan Pengumuman yang diberikan kepada ibu Samson bahwa dirinya akan melahirkan seorang putra yang akan memimpin Israel merupakan bayangan dari pengumuman kepada Maria mengenai kelahiran Sang Mesias. Allah mengutus malaikatNya kepada kedua wanita itu dan memberitahu bahwa mereka akan "mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki" Hakim-Hakim 137; Lukas 131 yang akan memimpin umat Allah. Penyelamatan Allah terhadap umatNya, terlepas dari dosa dan penolakan mereka akan Dia, menggambarkan sosok Kristus di atas kayu salib. Yesus mati untuk menyelamatkan umatNya - semua yang bakal mempercayaiNya - dari dosa mereka. Walaupun sebagian besar pengikutNya di kala Ia hidup akan meninggalkan dan menolakNya, Ia tetap setia pada janjiNya dan tetap mengerjakan penyaliban demi kita. Praktek Ketidaktaatan selalu membawa penghakiman. Bangsa Israel merupakan contoh yang sempurna mengenai hal itu. Bukannya belajar dari pengalaman bahwa Allah selalu menghukum pembangkangan yang melawanNya, bangsa Israel tetap saja terus melanggar dan harus menanggung hukuman dan disiplin Allah sebagai konsekuensinya. Jika kita tetap bersikeras melanggar, kita sedang mengundang disiplin Allah. Bukan karena Ia menikmati penderitaan kita, tetapi karena "Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak" Ibrani 126. Kitab Hakim-Hakim merupakan pernyataan mengenai kesetiaan Allah. Walaupun "kita tidak setia, Dia tetap setia" 2 Timotius 213. Walaupun kita mungkin tidak setia padaNya, seperti orang Israel, Ia tetap setia dmenyelamatkan dan melindungi kita 1 Tesalonika 524 dan mengampuni kita jika kita ingin bertobat 1 Yohanes 19. "Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia" 1 Korintus 18-9. English Survei Perjanjian Lama Kitab Hakim-Hakim
Adik - adik cerita sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak-anak, dongeng si kancil mempunya banyak kisah dan judul dengan karakter kancil yang cerdik dan pintar. Adik-adik tentu suka membaca juga kan. Kali ini kaka akan menuliskan cerita kancil dengan judul "KANCIL HAKIM YANG CERDIK", mari adik-adik kita lanjutkan membaca ceritanya. Search suggest kancil menjadi hakim, hakim binatang, cerita rimba, kancil yang cerdik, cerpen kancil, dongeng kancil, kancil dan buaya, cerita sang kancil, sang kancil Hakim Yang Cerdik Memperdaya Buaya Pada suatu hari ditepi hutan yang subur ada tiga ekor Sapi, mereka adalah Sapi betina, Sapi jantan dan anak mereka seekor Sapi yang baru beranjak remaja. Tampak pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau tumbuh subur membuat mereka gembira. Terlihat anak Sapi berlarian kesana kemari. "Bu saya mau jalan ke tepi sungai" "Boleh tapi jangan jauh-jauh ya!" jawab Ibu Sapi "iya Bu . . !" Sapi muda itu pun berjalan pergi ketepi sungai, ia melihat banyak hewan-hewan kecil di sekitar sungai. Hatinya senang saat melihat katak berloncatan kian kemari. Dongeng kancil Tak terasa ia pun sudah jauh meninggalkan tempat kedua orang tuanya. "Toolooong . . .!" tiba-tiba si Sapi muda mendengar suara merintih minta tolong. Aih, ternyata didepan sana ada seekor Buaya sedang tertindih batang pohon yang patah. "Tolong, tolong lah aku . . ." rintih siBuaya dengan suara sangat memelas. "Kau ini kenapa Buaya" tanya Sapi sambil mendekat "Aduh Sapi yang baik, sudah dua hari aku tertindih kayu besar ini" "Siapakah yang menindihmu dengan batang kayu besar ini Buaya" Tanya Sapi lagi. "gara-gara gempa bumi dua hari yang lalau. dan sekarang tolong lah aku Sapi yang baik" Jawab si Buaya "Ah, aku rasa aku tidak akan bisa menolong mu" Kata Sapi "Lho, kenapa? kau pasti kuat mendorong kayu yang menindihku ini." "Kuat sih kuat Buaya, tapi. . . . .!!" "Tapi kenapa Sapi?" Anak Sapi itu teringat pesan-pesan dari ibunya bahwa bangsa Buaya tidak bisa dipercaya, mereka mempunyai sifat licik sekali dan suka makan daging hewan lainnya. "Tidak Buaya, aku ingat pesan Ibuku dan aku tidak mau menolong mu Buaya" Kata Sapi."Kalau kau ku tolong nanti jangan-jangan kau akan memangsaku Buaya. ." "Jangan kuatir Sapi, aku tidak akan melukai mu." "Tidak Buaya . .! Aku tidak bisa mempercayaimu." "Oh, Sapi yang baik. Apakah kau tidak kasihan kepadaku, sudah dua hari aku tersiksa begini, tak bisa makan tak bisa minum, dan dada aku pun terasa sangat sesak Sapi" rayu si Buaya. "Tapi kau binatang jahat Buaya" "Oh Sapi yang baik, itu kan dulu. Dan setelah tertindih kayu begini sekarang aku sadar bahwa aku memerlukan hewan lain, maka sekarang ini aku sudah bertobat, tolonglah aku Sapi, huk..huk..huk. . ." Rayu Buaya sambil mengeluarkan air mata. Sapi muda itu pun mulai terpengaruh oleh rayuan Buaya, dan lama-lama Sapi pun merasa kasihan juga terhadap Buaya. "Baiklah Buaya, aku akan menolongmu, tapi kau harus janji Buaya, nanti setelah aku tolong kau jangan memakan atau mencelakakan aku Buaya" "Iya aku janji Sapi, percayalah" jawab Buaya. Lalu Sapi muda pun berusaha menolong Buaya dengan mendorong kayu sekuat tenaga, dan akhirnya plong! Buaya terlepas dari tindihan batang kayu. Tapi....astaga! begitu Buaya sudah bebas dan terlepas dari tindihan kayu Buaya itu langsung meloncat ke punggung Sapi dan menerkam punuk si Sapi. dongeng untuk anak "Aduuhh..!" pekik Sapi kesakitan. "kenapa kau menggigit punukku Buaya?" "Lho, aku kan sudah minta tolong kepadamu Sapi, bahwa aku tertindih kayu selama dua hari, tidak makan dan tidak minum. Sekarang kau harus menolongku agar aku bebas dari rasa haus dan lapar." kata si Buaya. "Dengan memakan dagingku?" tukas Sapi. "Betul Sapi, sekaligus meminum darahmu." "Dasar Buaya licik, tidak tahu balas budi!" "Sudahlah Sapi muda yang bodoh!" sergah Buaya."kau terima saja nasibmu." "Tidak Buaya, ini tidak adil" teriak Sapi. "Lho, ini sudah hukum rimba Sapi, Siapa yang kuat dialah yang menang" "Tidak Buaya, aku tidak bisa terima." tukas Sapi. "Kau bisa bertanya pada makhluk yang lain, boleh hewan ataupun benda apa saja, pasti mereka akan membenarkanku" Sahut Buaya. "Ya, aku akan meminta keadilan pada yang lain" kata Sapi. Datang pertolongan kancil ditunjuk sebagai hakim Dan kebetulan saat itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. Sapi menceritakan kejadian yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. Apa jawabannya? "Itu sudah benar, terimalah nasibmu. Aku juga mengalaminya, ketika aku masih dalam keadaan baru aku di pakai, jika aku kotor aku dibersihkan tapi setelah ku lapuk dan banyak yang bolong aku dibuang begitu saja kesungai" jawab Tikar lapuk. "Nah, benarkan kataku Sapi" sahut Buaya. "Tidak, nah itu ada keranjang hanyut." protes Sapi. Tapi ketika keranjang itu di tanya jawabannya persis seperti tikar "ketika masih baru da masih utuh aku dipakai, kini setelah rusak aku dibuang begitu saja kesungai" "Nah, benar'kan?" sahut Buaya. Tiba-tiba ada seekor bebek betina tua berenang, Sapi dan Buaya pun meminta pendapat bebek. "Kukira Buaya benar, sebab manusia juga kejam, ketika aku masih muda dan bisa bertelur aku dipelihara, sekarang ketika aku mau disembelih, untungnya aku bisa melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia, mereka mau enaknya sendiri" "Hohoho... kau mau mengadu kemana lagi Sapi." Saat itu kebetulan kancil lewat didepan Buaya dan Sapi. Kali ini Buaya yang meminta pendapat kancil. Buaya juga yakin kalau kancil juga akan membenarkan pendiriannya. "Kalau aku diminta menjadi hakim, aku harus tahu awal kejadiannya." kata kancil."Apakah kalian keberatan jika mengulang awal kejadian yang kalian alamai?" "Tidak! aku tidak keberatan." sahut Buaya. dongeng anak Maka dilakukanlah pengulangan itu. Buaya kembali ketempatnya semula dan Sapi mengembalikan kayu yang semula menindih Buaya kepunggung Buaya. "Benarkah kejadiannya seperti ini?" tanya kancil "Benar!" jawab Sapi dan Buaya bersamaan "lalu Buaya memanggilku agar aku mau menolongnya" sahut Sapi Kancil mendekati Sapi dan berbisik kepada Sapi "Ayo Sapi kita tinggalkan saja Buaya jahat ini. Tidak usah kau tolong" Sapi baru sadar inilah kesempatan baginya lolos dari bahaya maut. Tanpa basa basi lagi Sapi mengikuti arah lari kancil yang sudah meloncat lri lebih dulu. "Hei..... tunggu.... ! Jangan pergi dulu.... !" teriak Buaya. Tapi Sapi dan kancil tidak menghiraukannya. Baca juga cerita lainnya Kancil Dan Siput Lomba Berlari Hikmah Cerita Adik-adik yang baik dari cerita pendek tadi kita bisa ambil hikmahnya. Bahwa mempunyai sifat yang Rakus dan tidak tahu balas budi akibatnya bisa celaka. Nah adik-adik yang baik sekian cerita kancil yang cerdik dari kakak, baca lagi yuk, cerita-cerita kancil lainnya.
Penuntun bagi Tulisan SuciKonten PrakataAAbednegoAbinadiAbrahamAbramAdamAdam-ondi-AhmanAdopsiAgripaAhabAhli TauratAhli WarisAir Bah pada Masa NuhAir HidupAir MukaAjaran dan PerjanjianAjaran KristusAkhir DuniaAku AdaAlfa dan OmegaAlkitabAlkitab, Terjemahan Joseph Smith TJSAlkoholAllahAlma, Putra AlmaAlma yang TuaAltarAmalikiaAmarahAminAmlisiAmon, Keturunan ZarahemlaAmon, Putra MosiaAmoralitasAmosAmsalAmulekAnak-AnakAnak-Anak AllahAnak-Anak IsraelAnak-Anak KristusAnak Domba AllahAnak SulungAnak TunggalAnanias dari DamsyikAnanias dari YerusalemAndreasAntikristusApiApokalipsApokrifaAsaAsasAsas-Asas Pertama InjilAsiriaAsyerAwalAyahAyubBBaalBabelBabilonBadaniBahagia, KebahagiaanBahasaBahasa IbraniBahteraBait SuciBait Suci Kirtland, Ohio ASBaju ZirahBaka, KebakaanBalsam GileadBani IsraelBapa BangsaBapa di SurgaBapa SurgawiBapa Yang KekalBaptis, BaptisanBaptisan BayiBarabasBarnabasBartolomeusBasuh, PembasuhanBatsyebaBatu KarangBatu PenjuruBebas, KebebasanBelas KasihanBelsyazarBenci, KebencianBenih Keturunan AbrahamBenih SesawiBenyamin, Ayah dari MosiaBenyamin, Putra YakubBerani, KeberanianBerjagaBerjalan bersama AllahBerkatBerkat Bapa BangsaBernyanyiBersaksiBersalahBersih dan Tidak BersihBersumpahBertahanBertanyaBetaniaBetelBetlehemBilanganBileamBoasBrigham YoungBrotherBuah PertamaBuah TerlarangBukit CumorahBukit ZaitunBumiCCemburu, KecemburuanDDagingDamai, KedamaianDamba, MendambakanDamsyikDanDanielDarahDariusDatangDaudDavid WhitmerDavid W. PattenDeboraDelilaDeraanDesak, DesakanDesas-DesusDeseretDewan Dua BelasDewan TinggiDiakenDilahirkan dari AllahDilahirkan KembaliDiperanakkanDispensasiDoaDoa Bapa KamiDosaDosa Tak TermaafkanDua Belas Suku IsraelDuniaDunia RohDustaEEdenEdward PartridgeEfraimEgiptusEkskomunikasiEliEliaEliasElisaElisabetElohimEmanuelEmma Hale SmithEnos, Putra YakubEsauEsayasEsterEterEzraFFana, KefanaanFasikFayette, New York ASFilemonFilipusFiraunFirdausFirmanFirman AllahFirman KebijaksanaanFitnahFrederick G. WilliamsGGabrielGad, Putra YakubGad si PelihatGadisGalileaGamalielGaramGembalaGembala Yang BaikGereja yang Besar dan KejiGereja yang KejiGereja Yesus KristusGereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman AkhirGetsemaniGideon Kitab MormonGideon Perjanjian LamaGodaanGogGolgotaGoliatGomoraGosipGudang PenyimpananGunung SinaiHHabakukHabelHagaiHagarHagotHak KesulunganHak PilihanHak Pilihan BebasHamHana Perjanjian LamaHana Perjanjian BaruHanasHarapanHari MingguHari SabatHari TuhanHarmagedonHarun, Kakak Laki-Laki MusaHarun, Putra MosiaHarta KekayaanHastaHatiHati yang HancurHawaHawa NafsuHebronHelaman, Putra AlmaHelaman, Putra HelamanHelaman, Putra Raja BenyaminHenokhHerodesHerodiasHidupHimniHizkiaHormatHosanaHoseaHujat, PenghujatanHukumHukum MusaHukum PersucianHukum TauratHukumanHukuman MatiHutan SakralHyrum SmithIIbaIbadatIblisIbuIlhamImam, Imamat HarunImam, Imamat MelkisedekImam TinggiImamatImamat HarunImamat LewiImamat MelkisedekImamat TinggiImanImanuelInjilInsaf, KeinsafanIntegritasIriIsaiIsakharIshakIsmael, Ayah Mertua NefiIsmael, Putra AbrahamIsraelIstirahatIstriIzebelJJabatanJackson County, Missouri ASJahat, KejahatanJalanJandaJiwaJohn TaylorJohn WhitmerJoseph F. SmithJoseph Smith, Smith, KejujuranJuruselamatKKainKaisarKalebKalvariKanaanKanonKaruniaKarunia BahasaKarunia PembedaanKarunia RohKarunia Roh KudusKarunia RohaniKasihKasih AmalKasih KaruniaKayafasKe-Allah-anKeadaan KeduaKeadilanKeallahanKebajikanKebakaanKebangkitanKebenaranKebijaksanaanKebinasaanKebun TuhanKecerdasanKedatangan Kedua Yesus KristusKeduniawianKefanaanKegelapan LuarKegelapan RohaniKehidupan AbadiKehidupan KekalKehidupan PrafanaKejadianKeluaranKitab KejadianKejatuhan Adam dan HawaKeji, KekejianKekaisaran RomawiKekayaanKekudusanKelemahanKeluargaKemah SuciKemalanganKematian JasmaniKematian KeduaKematian RohaniKemerdekaanKemuliaanKemuliaan SelestialKemuliaan TelestialKemuliaan TerestrialKemurkaanKemurtadanKenaikanKerajaan AllahKerajaan SurgaKerubinKesahajaanKesaksianKesalahanKesatuanKesehatanKesejahteraanKeselamatanKeselamatan Anak-AnakKeselamatan bagi yang MatiKesembronoanKesombonganKesucianKetekunanKetidakpercayaanKetuhananKewajibanKhidmatKhotbahKhotbah di BukitKidung AgungKisah Para RasulKiskumenKitab BilanganKitab ImamatKitab KehidupanKitab KeluaranKitab KenanganKitab-Kitab InjilKitab-Kitab StandarKitab-Kitab Tulisan Suci yang HilangKitab MormonKitab PengkhotbahKitab Perintah-PerintahKitab Raja-RajaKitab RatapanKitab TawarikhKitab UlanganKolobKomplotan RahasiaKoreshKoriantonKoriantumurKorihorKorneliusKotor, KekotoranKristusKronologiKuasaKuburKudusKukKunci-Kunci ImamatKuorumKuorum Dua BelasKurbanKutukanLLaban, Penyimpan Lempengan-Lempengan KuninganLaban, Saudara Laki-Laki RibkaLadangLaknatLalangLamanLamoniLangitLaut MatiLaut MerahLawanLayak, KelayakanLazarusLeaLehi, Ayah dari NefiLehi, Komandan Militer Orang NefiLehi, Misionaris Orang NefiLembut Hati, Kelembutan HatiLempengan DadaLempengan-LempenganLempengan-Lempengan EmasLempengan-Lempengan KuninganLemuelLewiLiahonaLidahLimhiLotLucy Mack SmithLukasLusiferMMabukMagogMahahadirMahakuasaMahatahuMahkotaMakhluk UbahanMaklumat Resmi 1Maklumat Resmi 2MalaikatMalaikat yang MelayaniMalas, KemalasanMaleakhiMamonManasyeManifestoMannaManusiaManusia AlamiManusia KekudusanMaria, Ibu dari MarkusMaria, Ibu dari YesusMaria dari BetaniaMaria MagdalenaMarkusMartaMartin HarrisMartirMataMati SyahidMatiasMatiusMazmurMeditasiMelakukanMelayaniMelkisedekMembenarkanMembunuhMemilihMemintaMempelai Laki-LakiMemperingatkanMempersucikanMenasihatiMencuriMendamaikanMendukung Pemimpin GerejaMenerjemahkanMenetapkanMengajarMengakuiMengampuniMenganggapMenggerutuMenghakimiMenghidupkanMengurapiMenipuMenjunjung TinggiMenyembuhkanMerasakanMeremehkanMerenungkanMesakhMesiasMesirMetusalahMikhaMikhaelMileniumMimpiMinumMinyakMiryamMiskinMissouriMisteri AllahMoabMoralitasMormon, Nabi Orang NefiMoroni, Putra MormonMoroniha, Putra Panglima MoroniMosia, Ayah dari BenyaminMosia, Putra BenyaminMukjizatMulekMuridMurid-Murid Orang NefiMurni, KemurnianMusaMusikMutiara yang Sangat BerhargaNNaamanNabiNabiahNafsuNaftaliNahumNama GerejaNaomiNasihatNatanNatanaelNauvoo, Illinois ASNazaretNebukadnezarNefi, Putra HelamanNefi, Putra LehiNefi, Putra Nefi, Putra HelamanNehemiaNehorNerakaNewel K. WhitneyNikodemusNiniweNubuatNuh, Bapa Bangsa dalam AlkitabNuh, Putra ZenifNyanyian PujianOObajaObedOliver CowderyOmegaOmnerOmniOrang KanaanOrang MormonOrang SuciOrangtuaOrang-Orang AmalekOrang-Orang AmalekiOrang-Orang AmlisiOrang-Orang Anti-Nefi-LehiOrang-Orang Bukan IsraelOrang-Orang FarisiOrang-Orang FilistinOrang-Orang KristenOrang-Orang LamanOrang-Orang NefiOrang-Orang Pendukung RajaOrang-Orang SadukiOrang-Orang SamariaOrang-Orang YahudiOrang-Orang YaredOrang-Orang ZoramOrdo GabunganOrson HydeOrson PrattPPahoranPandanganPanenPanggilanPanglima MoroniPanjiPanji KemerdekaanPapan EfraimPapan YehudaPapan YusufParley Parker PrattPasakPasal-Pasal KepercayaanPaskahPatuh, KepatuhanPaulusPejabatPekerjaanPekerjaan MisionarisPelanggaran MoralPelangiPelayananPelayanan bagi yang SakitPelegPelihatPemanggilanPemanggilan dan PemilihanPembalasanPembaptisPembebasPembelaPembenaranPemberita InjilPemberkahanPemberontakanPembesar UmumPembicaraan JahatPemerintahanPemeteraianPemikiranPemilihanPemujaan BerhalaPemulihanPemulihan InjilPemungut CukaiPemungutan SuaraPenahbisanPenahbisan ImamatPenatuaPenawananPencelupanPencerai-beraian IsraelPenciptaPenciptaanPenciptaan RohPendamaiPendamaianPenderaanPenebusPenebusanPenemananPenetapanPengajarPengajar, Imamat HarunPengakuanPengampunan akan Dosa-DosaPenganiayaanPengendalian KelahiranPengertianPengetahuanPenghakimanPenghakiman TerakhirPenghancurPenghiburPenghibur KeduaPenghukumanPenghulu MalaikatPengkhotbahPenglihatanPenglihatan PertamaPengudusanPengukuhanPengumpulan IsraelPenipuanPenipuan ImamPenjagaPenjara RohPentakostaPentateusPenumpangan TanganPenyakitPenyakit KustaPenyalibanPenyembuhanPenyerakanPenyuratPerampok GadiantonPerangPerang di SurgaPerangaiPerantaraPerawanPerawan MariaPercabulanPercaya, KepercayaanPerceraianPerilaku HomoseksualPeringatanPerintah-Perintah AllahPerjamuan Malam TerakhirPerjamuan Malam TuhanPerjanjianPerjanjian AbrahamPerjanjian BaruPerjanjian LamaPerjanjian yang AbadiPerjanjian yang Baru dan AbadiPerkataan Tak SenonohPermuliaanPermusuhanPernikahanPernikahan Bait SuciPernikahan JamakPersekutuanPerselisihanPersembahanPersepuluhanPersetujuan BersamaPertemananPertengkaranPertentanganPertobatanPerubahan RupaPerumpamaanPerwakilanPerwira PasukanPerzinaanPeter Whitmer, PengawasanPikiranPilihanPohon KehidupanPohon ZaitunPolaPoligamiPongah, KepongahanPontius PilatusPornografiPrapenahbisanPredestinasiPresidenPresidensiPresidensi UtamaPuasaPujianPutra AllahPutra dan Putri AllahPutra KebinasaanPutra ManusiaPutra-Putra HelamanPutra-Putra MosiaRRafaelRahelRaja-RajaRameumtomRasa PercayaRasulRehabeamRehuelRencana KeselamatanRencana PenebusanRendah Hati, KerendahhatianRibkaRohRoh KudusRoh Kudus yang DijanjikanRoh-Roh JahatRoh yang MenyesalRomaRoti KehidupanRubenRumahRumah TuhanRutRutan Carthage ASRutan Liberty, Missouri ASSSabar, KesabaranSadrakhSakitSakralSakramenSaksiSaksi Kitab MormonSaleh, KesalehanSalemSalibSalomoSamSamariaSamuel, Nabi Perjanjian LamaSamuel H. SmithSamuel, Orang LamanSanhedrinSaraSariaSatuSaudara Laki-LakiSaudara Laki-Laki YaredSaudara PerempuanSaul, Raja IsraelSaulus dari TarsusSedekahSejarah KeluargaSekolah para NabiSelibatSemSembahSempurnaSensualitasSepuluh PerintahSepuluh SukuSeremSesumbarSetSetanSia-SiaSiblonSidang di SurgaSidney RigdonSilsilahSimakSimbolismeSimeonSimon PetrusSimon, Orang KanaanSimsonSinagogeSionSisterSizSodomSpencer W. KimballStefanusSuamiSuaraSuara HatiSukacitaSuku-Suku yang HilangSumpahSumpah dan Perjanjian ImamatSunatSungai YordanSurat Kepada FilemonSurat kepada Jemaat EfesusSurat kepada Jemaat FilipiSurat kepada Jemaat GalatiaSurat kepada Jemaat KoloseSurat kepada Jemaat RomaSurat kepada Orang IbraniSurat kepada TitusSurat-Surat kepada Jemaat KorintusSurat-Surat kepada Jemaat TesalonikaSurat-Surat kepada TimotiusSurat-Surat PaulusSurgaSyukurTTabirTabut PerjanjianTak Berdosa, KetidakberdosaanTakutTalentaTaman EdenTaman GetsemaniTanah TerjanjikanTandaTanda Burung MerpatiTanda-Tanda Gereja SejatiTanda-Tanda Kelahiran dan Kematian Yesus KristusTanda-Tanda ZamanTanggung JawabTanpa AkhirTata CaraTawarikhTeankumTelingaTembakauTempat MahakudusTerangTerang KristusTerima KasihTerjemahan Joseph Smith TJSTerpilihTersinggungThomas B. MarshTidak BersihTidak KudusTidak Saleh, KetidaksalehanTidurTiga Murid Orang NefiTimotiusTingkat-Tingkat KemuliaanTipu DayaTitusTomasTradisiTubuhTugas PengawasanTuhanTuhan Semesta AlamTujuh PuluhTulisan SuciTulisan Suci yang HilangUUangUcapan BahagiaUlanganUlar KuninganUndang-Undang DasarUndiUrUrim dan TumimUsia PertanggungjawabanUskupUskup KetuaUtangWWahyuWahyu kepada YohanesWanitaWewenangWilford WoodruffWilliam W. PhelpsYYafetYakobus, Adik Laki-Laki TuhanYakobus, Putra AlfeusYakobus, Putra ZebedeusYakub, Putra IshakYakub, Putra LehiYang DiurapiYang Kudus dari IsraelYang Lanjut UsianyaYaredYaromYehezkielYehovaYehudaYeremiaYerikhoYerobeamYerubaalYerusalemYerusalem BaruYesayaYesus KristusYitroYoelYohanes PembaptisYohanes, Putra ZebedeusYonatanYosafatYosiaYosuaYudasYudas IskariotYudas, Saudara Laki-Laki YakobusYunusYusuf dari ArimateaYusuf, Putra YakubYusuf, Suami MariaZZakhariaZakhariasZaman AkhirZaman TerakhirZarahemlaZebulonZedekiaZefanyaZenifZenokZenosZerubabelZezromZiporaZoram Sebuah kitab dalam Perjanjian Lama. Kitab Hakim-Hakim berurusan dengan bangsa Israel dari kematian Yosua sampai kelahiran Samuel. Pasal 1–3 adalah kata pengantar untuk seluruh kitab Hakim-Hakim. Itu menjelaskan bahwa karena bangsa Israel tidak menghalau keluar musuh mereka Hak. 116–35, bangsa Israel mesti menderita akibatnya hilangnya iman, pernikahan dengan orang yang tidak percaya, dan pemujaan berhala. Pasal 4–5 menuturkan pengalaman Debora dan Barak, yang membebaskan Israel dari orang-orang Kanaan. Pasal 6–8 adalah pengalaman yang meningkatkan iman dari Gideon, yang Tuhan berkati untuk membebaskan Israel dari orang-orang Midian. Dalam pasal 9–12, beberapa pria berbeda melayani sebagai hakim di Israel selama waktu sebagian besar orang Israel berada dalam kemurtadan dan diperintah oleh para penguasa asing. Pasal 13–16 menceritakan kebangkitan dan kejatuhan hakim terakhir, Simson. Pasal-pasal terakhir, 17–21, dapat diuraikan sebagai tambahan yang mengungkapkan kedalaman dosa-dosa Israel.
ringkasan cerita hakim yang cerdik